SMAN 5 Malang mengadakan rangkaian talkshow inspiratif di Aula MGMP. Acara ini dirancang untuk memberi bekal masa depan dan juga semangat kepada siswa. Terdapat dua sesi talkshow yang digelar pada pertengahan September 2026, masing-masing membawa tema yang berbeda tapi sama relevannya dengan kehidupan seorang siswa.
Talkshow pertama berlangsung pada Senin, 14 September 2026, pukul 08.00–10.00 WIB, dan pesertanya yaitu seluruh siswa kelas X. Tema yang dipilih adalah “Beragama dengan Cinta” dengan narasumbernya Pak Guruh beserta rekan-rekannya. Dalam talkshow ini, Kegiatan ini menekankan bahwa cinta kasih merupakan nilai tertinggi yang menyatukan perbedaan suku dan agama di Indonesia, serta mengingatkan bahwa toleransi sejati harus dimulai dari hati, bukan sekadar aturan formal. Melalui contoh nyata seperti rumah ibadah yang berdampingan dan dialog lintas agama di Malang, siswa diajak menghadapi tantangan seperti informasi keliru dan ketakutan dengan cara belajar agama secara benar, mendengarkan penuh empati tanpa menghakimi, serta berfokus pada nilai-nilai universal.
Talkshow kedua digelar pada Rabu, 16 September 2026, juga pukul 08.00–10.00 WIB di Aula yang sama. Kali ini seluruh siswa kelas XII menjadi peserta. Tema yang dipilih adalah “Meraih Mimpi di Masa Depan” menghadirkan narasumber Aqilah Natasya Rahman, yaitu alumni SMAN 5 Malang yang sempat menjadi kontestan MasterChef Indonesia Season 12 dan berhasil masuk 6 besar. Ia kini mengelola usaha Nanda Salad and Bakery.
Aqilah membagikan perjalanan panjangnya. Passion memasak tumbuh perlahan, mulai dari berbagi hasil masakan kepada teman dan menjual makanan di sekitar lingkungan SMAN 5 Malang. Setelah lulus, ia melanjutkan pendidikan kuliner dan perhotelan di The Sages Institute International, Surabaya, jurusan tata boga. Kemudian ia mengikuti audisi MasterChef. Di balik layar, suasana kompetisi terasa sangat nyata, bukan hanya settingan. Para kontestan dikarantina ketat selama sekitar lima bulan di Jakarta. Penggunaan HP dibatasi dan hanya diperbolehkan sekali seminggu, sementara shooting berlangsung dari pagi hingga malam. Mereka belajar dari buku resep yang tersedia di sela-sela jadwal padat.
Sesi tanya jawab menghadirkan beberapa kisah yang menarik. Nama “Nanda” pada tokonya diambil dari nama kecil Aqilah sendiri. Teman-teman dan tetangga lebih mengenalnya dengan nama itu, bahkan saat ia ikut MasterChef banyak yang bingung mendengar nama Aqilah. Terkait dukungan orang tua, Aqilah bercerita bahwa awalnya orang tua sempat ragu. Cara Aqilah meyakinkan mereka adalah dengan memasak hampir setiap hari selama masa COVID, sampai akhirnya orang tua melihat kesungguhan itu dan memberikan dukungan penuh, termasuk mengantarnya ke kursus hingga mendaftarkannya sekolah kuliner.
Saat harga bahan pokok naik-turun, Aqilah menekankan pentingnya menghitung harga pokok produksi dengan cermat, melakukan riset pasar, dan mencari toko bahan kue yang paling terjangkau. Ia menghindari perang harga yang bisa menjatuhkan kompetitor. Standar harga ditetapkan berdasarkan survei, bukan sekadar menjual termurah. Aqilah juga menceritakan pengalamannya secara jujur mengenai tekanan waktu dan stres kompetisi, seperti sempat lupa memasukkan gula saat menyajikan ayam pandan Thailand hingga gagal menyelesaikan hidangan cokelat. Meski sempat tereliminasi di babak 20 besar, ia tidak menyerah untuk terus belajar memasak di rumah, hingga akhirnya dipanggil kembali ke Black Team dan berhasil menembus babak 6 besar.
Pesan penutup yang disampaikan Aqilah kepada kakak-kakak kelas XII sederhana namun kuat:
❝ Fokus dan cintai apa yang disukai, jangan mudah menyerah. Kegagalan bukan akhir, melainkan bagian dari proses.❞
Kedua talkshow ini menjadi bagian berharga bagi SMAN 5 Malang. Satu sesi mengajak siswa memahami pentingnya beragama dengan cinta dan saling menghargai, sementara sesi lainnya memberi gambaran nyata bagaimana seorang alumni meraih mimpi lewat ketekunan, konsistensi, dan keberanian menghadapi tantangan. Semoga semangat yang ditularkan di Aula MGMP itu terus membakar semangat siswa SMAN 5 Malang dalam menempuh masa depan.
