Sejarah

Dekade tahun 1960 di Kotamadya Malang telah berdiri 4 SMA Negeri yaitu:

  • SMK Negeri 1 yang mempunyai jurusan / bagian A

  • SMK Negeri 2 yang mempunyai jurusan / bagian B

  • SMK Negeri 3 yang mempunyai jurusan / bagian B

  • SMK Negeri 4 yang mempunyai jurusan / bagian A dan B

Waktu SMA yang ada tersebut lebih dikenal dengan sebutan SMA A, SMA B, dst.

Seiring dengan perkembangan pendidikan yang ada di Kotamadya Malang khususnya untuk menampung lulusan SMP maka Pemerintah Kotamadya Malang berusaha menambah SMA negeri baru untuk tentunya melalui Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Berdasarkan pengumuman di radio pada bulan Agustus 1965 berdirilah SMA Negeri 5 Malang yang merupakan final SMA Negeri 3 Malang. Dari pengumuman di radio maka ditindaklanjuti dengan terbitnya SK Mendikbud No.96/SK/13/III/1965 tanggal 13 September 1965. Dari tanggal, bulan inilah pada akhirnya menjadi hari kebanggaan SMA 5 Malang, tepatnya HUT-nya untuk SMA Negeri 5 Malang.

Dampak G 30S/PKI membawa pengaruh yang cukup monumental bagi keberadan SMA Negeri 5 Malang, dengan kegigihan kelompok KAPPI dan KAMI gedung sekolah yang dulunya milik seorang etnis Cina yang di kenal dengan sebutan sekolah MA CHUNG dapat diambil alih oleh Pemerintah Kota Malang dan untuk selanjutnya gedung dan fasilitas yang ada diperuntunkan untuk sarana pendidikan.

Pada saat itu Bapak Drs. Suroto mendapat amanah menjadi PLH kepala sekolah dan Bpk. Hadi Sudarmo sebagai kepala tata usaha dan dibantu oleh Bpk. Djasan sebagai staf tata usahanya.

Dalam kegiatan belajar mengajar waktu itu ada17 tenaga guru yang terdiri dari 7 orang guru tetap dan 10 guru tidak tetap. Dilihat dari jumlah siswanya yang cukup dari jumlah siswanya cukup banyak yaitu 180 siswa yang di bagi menjadi 4 kelas.

Sejarah singkat peruntukkan gedung adalah sbb:

  • Panca Tunggal Kodya Malang No.83/U/I/1966 tertanggal 10 oktober 1966. M. Ng. Sudarto. Kol CAM/TNI tentang penggunaan sekolah asing/gedung Gedung Ma Chungdi peruntukkan: SMA Negeri 5 Malang + SMEA Negeri Malang + ST Negeri 4 Malang.

  • Penguasa Pelaksana Dwikora Daerah (Pepelrada) Jatim No.67/II/1966 tertanggal 16 September 1966. Sumitro Mayjen TNI tentang penyerahan penempatan / penggunaan gedung sekolah asing Ma Chung Jl. Nusa Kambangan Malang diperuntukkan menjadi SMA Negeri 5 Malang + SMEA Negeri Malang + ST Negeri Malang.

  • Kepala Perwakilan Departemen Pendididkan dan Kebudayaan Jawa Timur Nomor:001/PW.Kpts/SekAsing/1967 tertanggal 3 Januari 1967. Moh. Abd. Norbambang tentang pemakaian ruangan dan investaris gedung Ma Chung untuk SMA Negeri 5 Malang + SMEA Negeri Malang + ST Negeri Malang.

  • Panca Tunggal Kodya Malang No.28/80/PT/1967 tanggal: 2 Februari 1967. R.P Gondo Subowo tentang penempatan gedung bekas sekolah asing /RRT/ Ma Chung di Jl. Tanimbar Malang di peruntukkan SMA Negeri 5 Malang + SMEA Negeri Malang + ST Negeri Malang.

Di awal tahun 1975 diterbitkanlah kebijakan pemerintah untuk meningkatkan sekolah kejuruan. Dengan kebijakan tersebut maka SMEA Negeri Malang dibuatkan unit gedung baru yang terletak di wilayah Janti tepat Juli 1980 SMEA Negeri Malang secara resmi pindah dari lokasi Jl. Tanimbar dan menempati gedung baru di Janti.

Dengan kepindahan SMEA tersebut cukup membawa angin segar bagi keberadaan SMA Negeri 5 Malang hal ini di kuatkannya surat keputusan dari Bapak Wali kotamadya Kepala Daerah Tingkat II Malang No. SK/29 A/U/III/1980 tanggal 22 Maret 1980 tentang pemakaian ruang ex-SMEA Negeri untuk SMA Negeri 5 Malang + ST Negeri Malang.

Kondisi makin berkembang dan keutuhan akan tenaga kerja menengah yang terampil makin banyak maka kebijakan pemerintah meningkatkan layanan pendidikan khususnya sekolah kejuruan maka STM Negeri 1 Malang dibuatkan unit gedung baru yang berlokasi di wilayah Mondoroko singosari Kab. Malang. Dengan demikian keberuntungan berpihak kepada SMA Negeri 5 Malang hal ini terlihat dengan diterbitkannya surat dari Kepala Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur no. 290/104/83/SK tertanggal 21 September 1983. SUGIJO NIP. 130048913 tentang pengaturan kembali penggunaan bekas ruang ST Negeri Malang untuk SMA Negeri 5 Malang dan kantor Depdikbud Kecamatan Kedung Kandang + KPAA Negeri Malang + IKIP PGRI Malang.

Sejarah terus berlanjut yang pada akhirnya KPAA Negeri Malang dipindahkan ke Surabaya dan IKIP PGRI bisa berkembang dan menempati gedung baru di Klayatan Kecamatan Sukun Kodya Malang. Dengan demikian secara pasti dan mantap SMA Negeri 5 Malang berkembang pada akhirnya tergambar pad sosok SMA Negeri 5 Malang sampai saat ini. Pembenahan-pembenahan, pengembangan-pengembangan, peningkatan- peningkatan, inovasi tiada henti terus di tingkatkan baik fisik maupun non fisik yang tentunya tidak lepas dari keikutsertaan dewan sekolah, masyarakat lingkungan sekolah dan masyarakat sekolah itu sendiri untuk berperan serta dalam pengembangan (yang dulunya SMA Negeri ) SMU Negeri 5 Malang.

Pada tahun 1989 terbit Surat Keputusan Menteri Keuangan RI. No. S394/MK.03/1089 tanggal 12 April 1989 perihal gedung dan tanah bekas sekolah asing tentang daftar sementara rincian data dan petunjuk penyelesaian atas gedung dan tanah bekas sekolah asing SMA Negeri 5 Malang tercantum nomor 16 untuk kotamadya Malang dengan demikian SK tersebut lebih megokohkan posisi SMA Negeri 5 Malanguntuk berkiprah dalam dunia pendidikan untuk memajukan anak bangsa.

Dilihat dari jumlah siswa dan kelas yang ada maka SMU Negeri 5 Malang termasuk sekolah ype A.ini dapat dilihat dari SK Dirjen PDM No. 529/C/Kep/I/1995 tanggal 31 Desember 1995 dengan demikian maka SMU Negeri 5 merupakan satu-satunya sekolah yang bertype A se-Kota Malang.

Berdasarkan SK Mentri Keuangan RI. No. S-394.MKO3. 1989 maka Drs. E. Wardjik selaku Kepala SMA Negeri 5 Malang diberi kuasa oleh Kanwil Debdikbud Propinsi Jawa Timur Drs. Atlan untuk mengurus kepemilikan tanah yang ditempati SMA Negeri 5 Malang dari hak guna menjadi hak milik Pemerintah Kota Malang namun reaisasinya masih belum mudah-mudahan bisa secepatnya terealisir. Lewat penjaringan NEM, SMA Negeri 5 malang posisi makin meningkat, sederajat dengan SMU yanglebih dulu ada. Hal ini bisa dibuktikan dengan perolehan prestasi yang diraih dalam kegiatan ekstra maupun peningkatan penjaringan NEM yang terendah tingkat SMA se-Kota Malang, yang lebih membanggakan adanya peningkatan lulusan siswa yang bisa terjaring masuk di perguruan tinggi baik melalui PMDK maupun seleksi UMPTN di seluruh Indonesia.

Selama kurun waktu 44 tahun keberadaan SMA Negeri 5 Malang tentunya telah beberapa kali mengalami estafet kepemimpinan untuk meningkatkan sekolah, beliau yang berjasa tersubut dapat kami sebutkan:

  1. Drs. Suroto (13/09/1965),

  2. Moh. Iman (1966-19/06/1969),

  3. Drs. Soekotjo (20/06/1969-1982),

  4. Drs. Abd. Kadir (1982[40 hari]),

  5. Satiman (1982-1983),

  6. oepono (1983-1988),

  7. Drs. S. Subianto(1988-1993),

  8. Drs. Wagijo HS (1993-1995),

  9. Drs. H. Wardjik (1995-1997),

  10. Roesalia S. BA (1997-1998),

  11. Drs. Soepardi (1998-2001),

  12. Drs. H. Suprijanto (2001-2002),

  13. Drs. A. Bambang (2002),

  14. Dra. Hj. Rr. Dwi Retno UN., M.P.d ( 2009 )

  15. Drs. Supriyono, M. Si. (2009 – 2012)

  16. Budi Prasetyo Utomo, M.Pd (2012 – 2015 )
  17. Anis Isrofin, M.Pd ( 2015 – sekarang )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>