Siswa SMAN 5 Malang Tunjukan Kebudayaan Dunia dalam Smala Art Show


MALANG KOTA – Menghidupkan seni budaya harus dilakukan secara konsisten. Inilah yang dilakukan SMAN 5 Kota Malang. Kemarin (8/9), para siswa adu piawai dalam acara Smanela Art Show atau yang disingkat Slash. Ini merupakan ajang kreasi tahunan siswa kelas X dan kelas XI. Untuk tahun ini, tema yang diambil adalah time traveling.

Sesuai tema tersebut, menurut Kepala Sekolah SMAN 5 Kota Malang Anis Isrofin, para siswa wajib menampilkan suatu budaya dari beberapa negara. Mirip pita sejarah, para siswa menampilkan aksi teatrikal awal mula lahirnya suatu kebudayaan di beberapa negara. ”Tidak mesti negara, boleh suku di dalam negeri,” ucapnya.

Nah, penampilan teatrikal ini wajib menampilkan tiga unsur. Ada tarian, teater, dan musik. Musiknya perpaduan musik tradisional dan modern. Untuk jalan ceritanya bebas, asalkan sesuai tema.

Bertempat di lapangan sekolah, nampak banyak siswa mengenakan pakaian yang unik. Ada yang menggunakan pakaian gladiator dan ada pula pakaian ala Ratu Cleopatra dari Mesir. Ada juga yang menggunakan pakaian suku Dayak.

Salah satu penampil, M. Akbar, menyatakan, acara ini benar-benar jadi ajang seni tersengit. ”Karena kami gila-gilaan menyiapkan kostum, musik, dan jalan cerita,” ujarnya.

Latihannya cukup lama, sekitar satu bulan lebih. Paling lama adalah menyiapkan kostum. Sebab, tidak semua rental kostum menyediakan kostum yang sesuai dengan teatrikal mereka.  Dia menyatakan, wajar saja para siswa gila-gilaan menyiapkan aksi teatrikal. ”Soalnya di sini kemampuan kreasi seninya sangat tinggi,” ujarnya.

Selain jadi ajang kreasi seni, Slash hadir untuk memperingati HUT sekolah. Juga di dalamnya ada ajang pemilihan duta sekolah. Uniknya, duta sekolah ini bukan bertugas mengenalkan sekolah mereka. Anis menjelaskan lagi, para duta sekolah ini wajib mengenalkan isu lingkungan hijau di dalam sekolah dan luar sekolah. (san/c1/riq)