JADIKAN KOPERASI SISWA UNTUK KEGIATAN LAB. IPS
Dimasa yang akan datang perlu almuni-alumni SMA selain pintar, cerdas juga mempunyai kelebihan di bidang non dan informalnya. Salah satu fasilitas yang ada di sekolah-sekolah diantaranya dalam bentuk koperasi siswa atau sekarang dapat dikenal dengan koperasi sekolah ( Kopsek ) untuk SMK koperasi bukan hal yang asing, dan sudah pasti dalam salah satu materi yang spesial dibahas dalam kegiatan proses belajar mengajar, tetapi untuk tingkatan SMA hampir semua siswa di SMA belum menggunakan konsistensi koperasi sebagai media pembelajaran yang lebih aktual. Sebagai contoh untuk Jurusan IPS, dimana pada rumpun mata pelajaran yang diberikan adalah mata pelajaran ekonomi dan akuntansi. Dalam materi akuntansi kita ambil contoh ada soal : Perusahaan Garuda Indoneisa Jaya membeli peralatan untuk usaha seharag Rp. 3.000.000.00 dan seterusnya, masih banyak soal-soal yang lebih terperinci dan sangat bervariatif, daripada siswa diajak untuk berkhayal, lebih mengena kalau sumber data diambil dari koperasi siswa yang kebetulan mempunyai usaha dibidang perdagangan, misalkan unit toko dari toko ini kalau mau dikembangkan maka akan berdampak spektakuler dalam menunjang prestasi belajar siswa, mengingat siswa tidak diajak hanya berkhayal aja dalam mata pelajaran akuntansi.
Justru kalau koperasi dipakai sebagai laboratorium IPS khusunya dalam mata pelajaran ekonomi, siswa dapat dengan nyata merasakan, melihat dan sebagai pelaku dalam kegiatan ekonomi atau berpraktek akuntansi. Sebagai guru ekonomi memang merasakan betapa sulitnya jika siswa dituntut untuk menguasai materi terutama akuntansi dengan cara mengkhayal, tetapi harus praktek walau secara sederhana.
Dalam pemberdayaan fasilitas sekolah dalam bentuk koperasi sebagai sarana kegiatan pembelajaran dibidang ekonomi dan akuntansi, diharapkan akan membuka wawasan bagi guru rumpun IPS yang lainya, seperti dicoba dikembangkanya kegiatan siswa di mata pelajaran sejarah, misalkan miniatur museum kota malang, cakra budaya kota malang, pada mata pelajaran lain rumpun IPS seperti miniatur pemerintahan di sekolah, adanya bursa efek, kegiatan periklanan, teropong bintang sederhama dan sebagai9nya semua di sesuaikan dengan kondisi dan keamampuan sekolah.
Ajak siswa kedunia nyata bukan dunia ilustrasi, sehingga materi-materi yang diterima tidak hanya diterima oleh otak sebelah kiri saja, harus dikolaborasi dengan pemanfaatan otak sebelah kana. Dalam belajar siswa diupayakan untuk dapat melihat, meraba, serta mersakan materi-materi yang diterimanya, walau hanya menggunakan alat peraga yang paling sederhana. Misalkan lagi pada mata pelajaran ekonomi ada pertanyaan ” Mata Uang Negera mana yang nilai mata uangnya dibawah nilai mata uang milik Indoneisa ( Rupiah ) ? ” nach ini pertanyaan yang canggih yang pernah dialami oleh penulis ketika mengajar, ketika itu penulis sempat membukakan internet secara terbuka, kebetulan di kelas dapat meng akses situs bursa efek untuk mengetahui nilai-nilai mata uang di dunia, sehingga akhirnya siswa yang akan menyimpulkan dan membuat teori ala pemikiranya, dan penulis menyimpulkan, tentu saja tidak lepas dari teori, yang berkaiatan dengan masalah Bursa efek, khususnya yang berkaitan dengan masalah Kurs Mata Uang di dunia.
Bagaimana dengan sekolah yang nun jauh disana ? alat komunikasi dalam bentuk internet belum ada ? dDengan demikian Laboratorium IPS berperan penting untuk menampilkan macam-macam uang didunia dalam bentuk gambar berikut nilai-nilainya yang mungkin bisa diambil dari media-media masa yang ada di negara Kita, mengikuti perkembangan di TV atau bentuk-bentuk lainya.
Memang dalam dunia pendidikan yang namanya Laboratorium IPS masih belum keren, bahkan jarang pendidik yang mau mengembangkan bentuk-bentuknya. Padahal kegiatan Lab IPS sangat dibutuhkan oleh siswa, dalam rangka menungjang peningkatan prestasi belajar siswa.
Koperasi Sekolah yang hampir ada di sekolah-sekolah di Indoneisa masih didominasi oleh bapak dan ibu guru dimana sekolah itu berada. Sedangkan korelasi dengan kepentingan siswa hampir tidak ada. Tetapi tidak semua sekolah seperti demikian. Jika kita cermati bentuk kegiatan-kegiatan praktek yang ada pada rumpun IPS sangat banyak sekali dan sangat menunjang prestasi siswa dalam mengahdapi Ujian Nasional. Misal Praktek Akuntansi, ekonomi, pada mata pelajaran sejarah, sosiologi, dan serumpunya. Letak peramsalahanya, mau tidaknya sang pendidik pengemban mata pelajaran yang bersangkutan untuk memunculkan dan mengembangkanya ?
Tentu saja yang namanya siswa ya teragntung pada gurunya. Mari kita upayakan siswa tidak teks book saja, melainkan benar-benar memahami apa yang hendak di pelajarinya. Melalui pengembangkan dan kreatifitas kita dalam mengupayakan bentuk-bentuk kegaiatan pada Laboratorium IPS, maka siswa akan Senang, Menguasai dan meningkat Prestasi.