Archive for April, 2010

BEKALI ANAK DENGAN KETRAMPILAN SEDERHANA

April 19th, 2010 by Tavip Doyo Sartono

Banyak siswa yang kehinlangan ketrampilan-ketrampilanya, ketika masih belajar di sekolah. Baik tingkat Taman Kanak-kanak Sekolah Dasar SMP SMA hingga Perguruan Tinggi. Kita ambil Contoh ketrampilan Kalkualator. Tidak jarang guru memarahi siswa nya ketika menggunakan Kalkulator, terutama saat pelajaran hitung-menghitung. Seharusnya ada saat – saat untuk wajib menggunakan kalkulator juga ada saat-saat dilarang menggunakan kalkulator, sehingga siswa akan senang bahkan mengembangkan ketrampilan yang ada pada dirinya. Jangan dipaksa menggembiri siswa yang ingin mengembangkan ketrampilanya. Tidak jarang sekolah-sekolah di Indonesia yang hanya memorsir cara kerja otak, sedangkan ketrampilan- ketrampilan jarang diberikan, karena ketrampilan itu seolah-olah hanya dibebankan pada mata pelajaran Kesenian. Padahal Life Skill yang diperlukan sesorang dalam memperhatikan hidup untuk menuju hidup yang layak sangant banyak seklai.

Sayang setiap guru yang ada di tanah air hampir jarang yang mau peduli dengan masa depan anak bangsa. yaitu hanya silabus oriented tanpa memperhatikan ketrampilan-ketrampilan yang berorientasi pada lingkungan dimana siswa tersebut berada. Laskar Pelangi yang sempat menggugah hati jutaan manusia-manusia Indonesia kini tinggal kenangan, tanpa ada folluow up-nya.

Untuk itu penulis menghimbau nari kita sumbangkan fikiran kita untuk masa depan generasi penerus bangsa sehingga banhgsa kita mempunyai manusia-manusia yang tidak hanya pintar tetapi juga kreatif serta mempunyai jutaan ketrampilan, sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan. sertab  dapat membuka peluang-peluang bisnis ke dunia internasional.

PENDIDIKAN KITA ANTARA OPINI DAN POTENSI

April 19th, 2010 by Tavip Doyo Sartono

Tidak jarang kita mendengar meningkatnya pengangguran di sekitar kita, entah tingkat Lokal maupun  tingkat Nasional ? Mengapa Hal ini terjadi ? banyak faktor yang mempengaruhi atau penyebab hal tersebut. Diantaranya, pendidikan yang diterapkan di negara masih berorientasi pada opini, bukan potensi yang ada pada diri peserta didik. Contoh klasik, pada tingkat SMA yang sering terjadi dalam hal pengambilan Jurusan, dimana pada tingkat SMA ini ada jurusan IPA, IPS dan Bahasa. Tidak jarang terdengar di SMA Negeri sesorang mengambil Jurusan IPA itu bukan karena potensi, tetapi mereka beraalasan kelak jika akan melanjutkan mereka dapat meilih jurusan mana saja seperti jurusan yang di sediakan oleh perguruan – perguruan tinggi disekitr kita, yaitu jurusan rumpun IPA, IPS serta Bahasa,. Sedangkan Siswa yang dijuruskan di IPS hanya dapat mengambil lanjutan ke Jurusan rumpun IPS serta Bahasa, sedangkan Jurusan Bahasa seolah-olah hanya melanjutkan ke rumpun bahasa, ini semua melekat pada diri siswa, meskipun sudah di jelaskan berkali-kali tapi kalah dengan opini, sedangkan perguruan tinggi hampir seluruh Indonesia cuek-cuek aja, yang penting meraup duit sebanyak-banyaknya tapi mau tahu dengan kebutuhan bangsa dan negara Indonesia.

Untuk sekolah – sekolah tingkat SMA Swasta, lebih banyak mengarahkan siswanya untuk mengambil jurusan IPS, dengan alasan lebih mudah untuk meraih kelulusan. Dengan kondisi demikian maka mutu manusia Indonesia sulit dikembangkan. Yang benar dunia pendidikan harus jeli dengan potensi dari manusia – manusia yang di kelolah, yangb merupakan Human Investmen bagi orang tua keluarga bangsa dan negara.

Dalam kesempatan ini penulis menghimbau kepada seluruh pengola pendidikan di ndonesia mulai Tingkat SMA hingga perguruan tinggi, mari kita perhatikan potensi generasi penerus bangsa ini dengan sebaik-baiknya seerta penuh kejelian.  Janganlah banyak melakukan kesalahan dalam menggali potensi generasi bangsa kita. Sehingga munculah manusia – manusia yang berkualitas. Ingat dulu ketika Indonesia baru merdeka, dalam merekrut siswa yang masuk Jurusan IPA memang benar-benar pintar, bukan keinginan anak atau keinginan orang tua, tapi benar-benar pencerminan potensi anak. Kalau dilihat dai NUN yang diperoleh ketika SMP itu bukan pencerminanan potensi yang sebenarnya. Melainkan anak masih dalam keadaan labil.

Tidak jarang SMA – SMA Negeri mempunyai pendapat kalau siswanya yang dimasukan ke Jurusan IPA menunjukan kualitas pendidikan – nya bagus ! Kalau banyak yang tidak lulus ? apakah bagus ! maka dari itu mekanisme penjurusan itu janga berorientasi pada opini dan keinginan baik anak, orang tua bahkan gurunya sendiri. Kelola dengan baik, biar alam yang menentukan kualitas pendidikan. Trnasparansi nilai sangat penting bagi diri anak sehingga anak tidak dibawa oleh opini dan keinginan semata dalam menentukan pilihan jurusan.

Dalam dunia pendidikan memang masih banyak mengelola pendidikan di amsing-masing lembaganya, dengan secara konvensional. Guru tidak jarang hanya mengelola siswa dengan terbiasa dengan menggunakan oatak sebelah kiri. Jarang guru mengelola siswanya dengan menggunakan otak sebelah kiri, sehingga siswa banyak termakan dengan opini dan keinginan yang tidak sesuai dengan potensi diri siswa masing-masing.

Kenalkan diri potensi siswa, melalui potensi yang ada pada dirinya, jangan dibawa siswa ke alam opini serta keinginan yang gak wajar alias tidak sesuai dengan potensi yang ada pada diri siswa tersebut.

Siswa SMAN 5 Malang yang diundang mengikuti tes bakat prestasi non akademik Universitas Brawijaya tahun 2010

April 13th, 2010 by Isdah Ahmad

SMA Negeri 5 Malang mengucapkan selamat buat para calon, yaitu:

  • ELYSA MARIA AYU CHRISTANTI, TEKNIK INDUSTRI – PRESTASI PADA BOLA BASKET
  • KARINA DWI LESTARI, TEKNIK INDUSTRI – PRESTASI PADA SENI TARI
  • NURLIA PUSPITASARI, TEKNIK INFORMATIKA – PRESTASI PADA BOLA BASKET

Siswa SMAN 5 Malang yang diterima jalur Penjaringan Siswa Berprestasi (PSB) Universitas Brawijaya

April 13th, 2010 by Isdah Ahmad

Selamat buat 36 siswa/siswi SMA Negeri 5 Malang yang diterima di Universitas Brawijaya, berikut daftar siswa yang diterima:

NO NAMA PROGRAM STUDI
1 AFFRIZA EKA SATRIA PRATAMA TEKNIK PWK
2 AIDA MARTHA HARDIATI JEPANG
3 ANGGIT PRATIWI INGGRIS
4 BENNY WAHYUDIANTO KIMIA (IND)
5 CINTYA DEWI MATEMATIKA (IND)
6 DANISWARA DWI NUGROHO KOMUNIKASI (IND)
7 DAVID CESAR PRAMUDITA KOMPUTER (IND)
8 DWITA KURNIA MAHARDHIKA HI (IND)
9 ERLISSA FLORENCIA INGGRIS
10 ERWIN SATRIO UTOMO TEKNIK MESIN
11 FAZANURIVANA HANIFAN GIZI KESEHATAN
12 FERRY FAIRUL TEKNIK SIPIL
13 FERY PRADITAMA TEKNIK ELEKTRO
14 INNES YUNIA LUFITASARI TEKNIK INFORMATIKA
15 KUKUH NIAM ANSORI AGRIBISNIS
16 MOHAMMAD FIRMAN HADIWIJAYA BISNIS (INGG)
17 MUHAMAD ZULFIKRI TEKNIK ARSITEKTUR
18 NILNA ASYROFATUL ULUMIYAH KEBIDANAN
19 NOUVAL NURMANSYAH PETERNAKAN
20 OTY KIKI MANDASARI TP-TEK. PENGOLAHAN PANGAN
21 PRAYUDI ARDIANTO TEKNIK PENGAIRAN
22 QONITA MEGA WIRANTI PEND. DOKTER GIGI
23 R. ADHISTYA DAMAR NOVICCHAR P. BUDI DAYA PERAIRAN
24 RENDY AKHMAD ANDRIANTO EK. PEMBANGUNAN (IND)
25 RESKI ADIJAYA HUKUM (IND)
26 RESY DWI CHINTYA TP-TEK. PENGOLAHAN PANGAN
27 RIFKA KARMILA DEWI TEKNIK INDUSTRI
28 RIZKY AKBAR PUTRA MANAJEMEN (IND)
29 RIZKY JANUARISTA BISNIS (IND)
30 SITI ROCHMA FARMASI
31 SUMAYA SATISTIKA (IND)
32 SUMBOGO BINTORO PUBLIK (IND)
33 VIEOCTA APSARI PARADISE KEPERAWATAN
34 WAHYU TRIADMAJANI PEND. DOKTER (IND)
35 WILLDAN ISMAULANDY EK. PEMBANGUNAN (IND)
36 YENI PURI RAHAYU AKUTANSI (IND)

Informasi Pendaftaran Siswa Baru – PSB 2010

April 13th, 2010 by Isdah Ahmad

Program Untuk Kelas X (sepuluh):

  • Program RSBI
  • Program Akselerasi

Jalur Penerimaan Siswa

PSB Mandiri (Tes), dengan persyaratan:

  • Tes Tulis (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Bhs. Inggris)
  • Wawancara Bhs. Inggris

PSB Online, dengan persyaratan:

  • Calon siswa dari Luar Kota Malang Tidak Memerlukan Rekomendasi
  • Calon dari Luar Propinsi NUN Dihitung 98%

Catatan: (Update Selasa, 18 Mei 2010) Kami segera memperbarui informasi mengenai Pendaftaran Siswa Baru (PSB 2010) setelah mendapatkan informasi dari Dinas Pendidikan Kota Malang. Segera setelah kita mendapatkan informasi, kita akan meng-update halaman website ini dan kita akan menginformasikan melaui Twitter. Data dapat berubah sewaktu-waktu. Anda juga dapat mengirimkan surel ke: inbox@sman5malang.sch.id

Read the rest of this entry »