Tags: prestasi
Tags: prestasi
Prestasi yang diraih oleh siswa ketika mengeyam pendidikan di SMA sangat dipengaruhi oleh banyak hal. diantaranya sering tidaknya siswa mengahdapi suatu event-event pertandingan tentu saja yang berkaitan dengan materi-materi yang di UAN- kan, bukan pertandingan-pertandingan yang bersifat fasilitas saja. Kita ambil Contoh lomba UKS, Lomba Adiwiyata, Lomba Perpustakaan semua itu masih berorientasi pada fasilitas yang ada disekolah. Malang dikatakan Barometer Pendidikan, pendidikan yang mana ? apakah barometer mahalnya pendidikan di Kota Malang ? Banyak masyarakat yang menayakan perihal mahalnya pendidikan di Kota Malang, mungkin walau mahal kalau di tunjang dengan prestasi yang spektakuler, orang tua siswa gak begitu protes atau gak begitu mempermasalahkan, namun jika keadaan seperti tahun 2010 ini ! kasihan orang tua, yang udah susah payah mencari uang masih dibayang-bayangi oleh anaknya yang mungkin terancam tidak lulu.
Memang sulit mendesign sekolah yang jadi harapan orang tua. Namun demikian orang tua harus mau menunjang yang hendak diraih prestasinya juga, alias tidak hanya menyoroti pihak sekolah saja. Misal dalam hal penjurusan masih ada opini salah satu jurusan masih dipandang baik, sedangkan jurusan lainya kurang baik ! Opini ini sangat menyesatkan, dan wal hasil beginilah prestasi siswa di kota malang, kurang begitu diharapkan. Kalau ingin mendongkrak prestasi siswa di tingkat SMA, maka penjurusan di sekolah serahkan pada mekanisme sekolah, dan jangan ada protes dari orang tua, mengingat semua itu hasil dari kemampuan putra-putrinya, jangan dipaksakan anak untuk mengambil suatu jurusan, begitu pula sekolah, penjurusan harus benar-benar berorientasi pada potensi human investment-nya, jangan mengikuti kehendak orang tua saja tanpa di imbangi oleh kemampuan diri siswa.
Opini salah satu jurusan di SMA itu jelek atau kurang baik, memang masih melekat pada diri masyarakat, padahal semua jurusan itu b aik, asal benar-benar berasal dari potensi diri anak didik, atau siswa yang bersangkutan. Dalam hal lomba-lomba yang di ikuti sekolah – sekolah di Kota Malang masih fasilitas oriented, belum mengarah pada kualitas sumber daya manusia yang di kelolahnya. Perlu menghidupkan kembali lomba-lomba cerdas cermat mungkin dalam bentuk olimpiade nama yang ngetren sekarang. Bentuk kegiatan olimpiade antar sekolah di Kota Malang perlu digalakan, jangan menunggu kalau ada undangan dari perguruan-perguruan tinggi yang sempat mengadakan, kalau tidak sempat, mungkin dalam satu tahunh mungkin tidak ada olimpiade, penulis menghimbau pada pemerintah setempat agar, sering mengadakan olimpiade – olimpiade yang berkaitan dengan materi-materi yang di UNAS – kan, selain melatih siswa untuk mengerjakan soal-soal juga melatih siswa, yang paling penting siswa sekolah mana yang dapat diakui keunggulanya, bukan opini saja yang menetukan bagus tidaknya mutu suatu sekolah. Di Malang banyak mempunyai stasiun-stasiun TV, ini peluang emas untuk mengekspost siswa dari sekolah mana yang benar-benar berprestasi dimana di tunjukan dengan diadakan olimpiade-olimpiade yang berkaitan dengan materi pelajaran siswa, sehingga opini sekolah terbaik akan di munculkan dengan lomba-lomba, bukan ditentukan oleh opini publik saja. Kegagalan siswa – siswi di Kota Malang tidak masuk dalam 10 besar peraih prestasi tingkat Jawa Timur, ini tidak lepas dari peran orang tua, pihak sekolah maupun pemerintah setempat.
Perguruan Tinggi juga mempunyai kontribusi yang sangat besar dalam hasil prestasi yang diraih oleh siswa, dimana seseorang mengambil jurusan di SMA itu sangat dipengaruhi juga oleh nantinya melanjutkan ke Perguruan Tinggi, untuk itu penulis menghimbau agar Perguruan Tinggi yang sportif kalau menerima mahasiswa, sesuai dengan jurusan dimana siswa itu di gembleng ketika di SMA, jangan ada kesan salah satu jurusan dapat ambil jurusan apapun di Perguruan tinggi tanpa memperhatikan potensi siswa, sedangkan jurusan yang lain merana tanpa diperhatikan bahkan di lecehkan, dinggap jurusan tersebut gak bermutu, sehingga kalau siswa di SMA itu dijurusakan di jurusan tersebut merasa dirinya rendah, maaf kalau kasarnya di cap goblok, suka ramai, nakal dan sebagainya. Untuk itu mari kita tanggalkan opini-opini tersebut, kita duduk bersama mencarikan solusi yang terbaik, memberikan pengertian pada orang tua, membuka informasi yang seluas-luasnya pada masyarakat, menghilangkan kesan ras deskriminasi di anatar jurusan yang ada di Sekolah, tetapi kembali kehakekat pendidikan yang sebenarnya, yaitu menggali potensi yang ada pada siswa, jangan kalah dengan keinginan siswa atau orang tua bahkan jangan termakan oleh opini. Kalau memang Jurusan di SMA di butuhkan, ya kita kelola dengan sebaik-baiknya janagan ada yang di sepelekan atau dianak tirikan da
Tags: prestasi
08:33
mwmang benar. setiap elemen yang mempengaruhi nilai kelulusan harus saling bahu membahu untuk mendukung. dan saya doakan sman5malang tahun depan lebih berprestasi
00:00
that’s true…buat apa menonjolkan gengsi,toh semua kembali ke anak yang menjalaninya, lebih baik sengsara terlebih dahulu,dan memetik hasilnya di kemudian(lulus 100%)”AMIN”