Archive for April, 2010

JADIKAN KOPERASI SISWA UNTUK KEGIATAN LAB. IPS

April 26th, 2010 by Tavip Doyo Sartono

Dimasa yang akan datang perlu almuni-alumni SMA selain pintar, cerdas juga mempunyai kelebihan di bidang non dan informalnya. Salah satu fasilitas yang ada di sekolah-sekolah diantaranya dalam bentuk koperasi siswa atau sekarang dapat dikenal dengan koperasi sekolah  ( Kopsek ) untuk SMK koperasi bukan hal yang asing, dan sudah pasti dalam salah satu materi yang spesial dibahas dalam kegiatan proses belajar mengajar, tetapi untuk tingkatan SMA hampir semua siswa di SMA belum menggunakan konsistensi koperasi sebagai media pembelajaran yang lebih aktual. Sebagai contoh untuk Jurusan IPS, dimana pada rumpun mata pelajaran yang diberikan adalah mata pelajaran ekonomi dan akuntansi. Dalam materi akuntansi kita ambil contoh ada soal :  Perusahaan Garuda Indoneisa Jaya membeli peralatan untuk usaha seharag Rp. 3.000.000.00 dan seterusnya, masih banyak soal-soal yang lebih terperinci dan sangat bervariatif, daripada siswa diajak untuk berkhayal, lebih mengena kalau sumber data diambil dari koperasi siswa yang kebetulan mempunyai usaha dibidang perdagangan, misalkan unit  toko dari toko ini kalau mau dikembangkan maka akan berdampak spektakuler dalam menunjang prestasi belajar siswa, mengingat siswa tidak diajak hanya berkhayal aja dalam mata pelajaran akuntansi.

Justru kalau koperasi dipakai sebagai laboratorium IPS khusunya dalam mata pelajaran ekonomi, siswa dapat dengan nyata merasakan, melihat dan sebagai pelaku dalam kegiatan ekonomi atau berpraktek akuntansi. Sebagai guru ekonomi memang merasakan betapa sulitnya jika siswa dituntut untuk menguasai materi terutama akuntansi dengan cara mengkhayal, tetapi harus praktek walau secara sederhana.

Dalam pemberdayaan fasilitas sekolah dalam bentuk koperasi sebagai sarana kegiatan pembelajaran dibidang ekonomi dan akuntansi, diharapkan akan membuka wawasan bagi guru rumpun IPS yang lainya, seperti dicoba dikembangkanya kegiatan siswa di mata pelajaran sejarah, misalkan miniatur museum kota malang, cakra budaya kota malang, pada mata pelajaran lain rumpun IPS seperti miniatur pemerintahan di sekolah, adanya bursa efek, kegiatan periklanan, teropong bintang sederhama dan sebagai9nya semua di sesuaikan dengan kondisi dan keamampuan sekolah.

Ajak siswa kedunia nyata bukan dunia ilustrasi, sehingga materi-materi yang diterima tidak hanya diterima oleh otak sebelah kiri saja, harus dikolaborasi dengan pemanfaatan otak sebelah kana. Dalam belajar siswa diupayakan untuk dapat melihat, meraba, serta mersakan materi-materi yang diterimanya, walau hanya menggunakan alat peraga yang paling sederhana. Misalkan lagi pada mata pelajaran ekonomi ada pertanyaan ” Mata Uang Negera mana yang nilai mata uangnya dibawah nilai mata uang milik Indoneisa ( Rupiah ) ? ” nach ini pertanyaan yang canggih yang pernah dialami oleh penulis ketika mengajar, ketika itu penulis sempat membukakan internet secara terbuka, kebetulan di kelas dapat meng akses situs bursa efek untuk mengetahui nilai-nilai mata uang di dunia, sehingga akhirnya siswa yang akan menyimpulkan dan membuat teori ala pemikiranya, dan penulis menyimpulkan, tentu saja tidak lepas dari teori, yang berkaiatan dengan masalah Bursa efek, khususnya yang berkaitan dengan masalah Kurs Mata Uang di dunia.

Bagaimana dengan sekolah yang nun jauh disana ? alat komunikasi dalam bentuk internet belum ada ? dDengan demikian Laboratorium IPS berperan penting untuk menampilkan macam-macam uang didunia dalam bentuk gambar berikut nilai-nilainya yang mungkin bisa diambil dari media-media masa yang ada di negara Kita, mengikuti perkembangan di TV atau bentuk-bentuk lainya.

Memang dalam dunia pendidikan yang namanya Laboratorium IPS masih belum keren, bahkan jarang pendidik yang mau mengembangkan bentuk-bentuknya. Padahal kegiatan Lab IPS sangat dibutuhkan oleh siswa, dalam rangka menungjang peningkatan prestasi belajar siswa.

Koperasi Sekolah yang hampir ada di sekolah-sekolah  di Indoneisa masih didominasi oleh bapak dan ibu guru dimana sekolah itu berada. Sedangkan korelasi dengan kepentingan siswa hampir tidak ada. Tetapi tidak semua sekolah seperti demikian. Jika kita cermati bentuk kegiatan-kegiatan praktek yang ada pada rumpun IPS sangat banyak sekali dan sangat menunjang prestasi siswa dalam mengahdapi Ujian Nasional. Misal Praktek Akuntansi, ekonomi,  pada mata pelajaran sejarah, sosiologi, dan serumpunya. Letak peramsalahanya, mau tidaknya sang pendidik pengemban mata pelajaran yang bersangkutan untuk memunculkan dan mengembangkanya ?

Tentu saja yang namanya siswa ya teragntung pada gurunya. Mari kita upayakan siswa tidak teks book saja, melainkan benar-benar memahami apa yang hendak di pelajarinya. Melalui pengembangkan dan kreatifitas kita dalam mengupayakan bentuk-bentuk kegaiatan pada Laboratorium IPS, maka siswa akan Senang, Menguasai dan meningkat Prestasi.

KENAPA PRESTASI SISWA KITA TAHUN INI JEBLOK?

April 26th, 2010 by Tavip Doyo Sartono

Prestasi yang diraih oleh siswa ketika mengeyam pendidikan di SMA sangat dipengaruhi oleh banyak hal. diantaranya sering tidaknya siswa mengahdapi suatu event-event pertandingan tentu saja yang berkaitan dengan materi-materi yang di UAN- kan, bukan pertandingan-pertandingan yang bersifat fasilitas saja. Kita ambil Contoh lomba UKS, Lomba Adiwiyata, Lomba Perpustakaan semua itu masih berorientasi pada fasilitas yang ada disekolah. Malang dikatakan Barometer Pendidikan, pendidikan yang mana ? apakah barometer mahalnya pendidikan di Kota Malang ? Banyak masyarakat yang menayakan perihal mahalnya pendidikan di Kota Malang, mungkin walau mahal kalau di tunjang dengan prestasi yang spektakuler, orang tua siswa gak begitu protes atau gak begitu mempermasalahkan, namun jika keadaan seperti tahun 2010 ini ! kasihan orang tua, yang udah susah payah mencari uang masih dibayang-bayangi oleh anaknya yang mungkin terancam tidak lulu.

Memang sulit mendesign sekolah yang jadi harapan orang tua. Namun demikian orang tua harus mau menunjang yang hendak diraih prestasinya juga, alias tidak hanya menyoroti pihak sekolah saja. Misal dalam hal penjurusan masih ada opini salah satu jurusan masih dipandang baik, sedangkan jurusan lainya kurang baik ! Opini ini sangat menyesatkan, dan wal hasil beginilah prestasi siswa di kota malang, kurang begitu diharapkan. Kalau ingin mendongkrak prestasi siswa di tingkat SMA, maka penjurusan di sekolah serahkan pada mekanisme sekolah, dan jangan ada protes dari orang tua, mengingat semua itu hasil dari kemampuan putra-putrinya, jangan dipaksakan anak untuk mengambil suatu jurusan, begitu pula sekolah, penjurusan harus  benar-benar berorientasi pada potensi human investment-nya, jangan mengikuti kehendak orang tua saja tanpa di imbangi oleh kemampuan diri siswa.

Opini salah satu jurusan di SMA itu jelek atau kurang baik, memang masih melekat pada diri masyarakat, padahal semua jurusan itu b aik, asal benar-benar berasal dari potensi diri anak didik, atau siswa yang bersangkutan. Dalam hal lomba-lomba yang di ikuti sekolah – sekolah di Kota Malang masih fasilitas oriented, belum mengarah pada kualitas sumber daya manusia yang di kelolahnya. Perlu menghidupkan kembali lomba-lomba cerdas cermat mungkin dalam bentuk olimpiade nama yang ngetren sekarang. Bentuk kegiatan olimpiade antar sekolah di Kota Malang perlu digalakan, jangan menunggu kalau ada undangan dari perguruan-perguruan tinggi yang sempat mengadakan, kalau tidak sempat, mungkin dalam satu tahunh mungkin tidak ada olimpiade, penulis menghimbau pada pemerintah setempat agar, sering mengadakan olimpiade – olimpiade yang berkaitan dengan materi-materi yang di UNAS – kan, selain melatih siswa untuk mengerjakan soal-soal juga melatih siswa, yang paling penting siswa sekolah mana yang dapat diakui keunggulanya, bukan opini saja yang menetukan bagus tidaknya mutu suatu sekolah. Di Malang banyak mempunyai stasiun-stasiun TV, ini peluang emas untuk mengekspost siswa dari sekolah mana yang benar-benar berprestasi dimana di tunjukan dengan diadakan olimpiade-olimpiade yang berkaitan dengan materi pelajaran siswa, sehingga opini sekolah terbaik akan di munculkan dengan lomba-lomba, bukan ditentukan oleh opini publik saja. Kegagalan siswa – siswi di Kota Malang tidak masuk dalam 10 besar peraih prestasi tingkat Jawa Timur, ini tidak lepas dari peran orang tua, pihak sekolah maupun pemerintah setempat.

Perguruan Tinggi juga mempunyai kontribusi  yang sangat besar dalam hasil prestasi yang diraih oleh siswa, dimana seseorang mengambil jurusan di SMA itu sangat dipengaruhi juga oleh nantinya melanjutkan ke Perguruan Tinggi, untuk itu penulis menghimbau agar Perguruan Tinggi yang sportif kalau menerima mahasiswa, sesuai dengan jurusan dimana siswa itu di gembleng ketika di SMA, jangan ada kesan salah satu jurusan dapat ambil jurusan apapun di Perguruan tinggi tanpa memperhatikan potensi siswa, sedangkan jurusan yang lain merana tanpa diperhatikan bahkan di lecehkan, dinggap jurusan tersebut gak bermutu, sehingga kalau siswa di SMA itu dijurusakan di jurusan tersebut merasa dirinya rendah, maaf kalau kasarnya di cap goblok, suka ramai, nakal dan sebagainya. Untuk itu mari kita tanggalkan opini-opini tersebut, kita duduk bersama mencarikan solusi yang terbaik, memberikan pengertian pada orang tua, membuka informasi yang seluas-luasnya pada masyarakat, menghilangkan kesan ras deskriminasi di anatar jurusan yang ada di Sekolah, tetapi kembali kehakekat pendidikan yang sebenarnya, yaitu menggali potensi yang ada pada siswa, jangan kalah dengan keinginan siswa atau orang tua bahkan jangan termakan oleh opini. Kalau memang Jurusan di SMA di butuhkan, ya kita kelola dengan sebaik-baiknya janagan ada yang di sepelekan atau dianak tirikan da

IKATAN ANGGAR KOTA MALANG (IKASI) MOHON DO’A RESTU UNTUK BERTANDING

April 26th, 2010 by Tavip Doyo Sartono

Setelah diterima sebagai salah satu cabang olah raga di Kota Malang, Ikatan Anggar Seluruh Indoneisa ( IKASI ), yang kebetulan bermarkas di SMA Negri 5 Malang, buloan depan sudah akan mengahdapi Pekan Olah Raga Ponok Pesantren Tingkat Nasional, yang akan dilaksanakan di Surabaya. Tentu saja kami selaku penguru, berupaya keras untuk mempersiapkan atlit-atlit kita, namun demikian tidak lupa kami mohon dukungan dari semua warga Kota Malang, agar kelak dalam bertanding di Tingkat Nasional mampu mempersembahkan medali untuk seluruh Warga Kota Malang, dan Propinsi Jawa Timur Khususnya. Dalam Persiapan yang kami lakukan baik, secara fisik maupun mental sudah maksimal, bahkan sebelum bertanding atlit-atlit kita udah di uji coba dengan atlit-atlit lain daerah untuk pertandingan persahabatan, alhamdulillah hasilnya tidak mengecawakan, namun demikian harapan raihan medali sangat kami harapkan, dan diatas kertas pengurus memang mentargetkan, minimal dapat medalai emas, perak dan perunggu, dimana masing-masing dapat diraihnya dari berbagai kelas di cabang anggar ini. Cabang Olah Raga merupakan cabang olah raga yang baru lahir di Kota Malang, dimana sebelumnya memang belum ada, kini kami mencoba sebagai pengrus untuk mengembangkan cabang olahraga anggar ini, tentu saja dengan berupaya untuk memperoleh hasil prestasi yang maksimal. Sekali lagi kami selaku pengurus IKASI Kota Malang mohon dukungan dan mohon do’a restu.

Drs. Tavi Doyo Sartono
Pengurus IKASI Bagian Keorganisasian

PENDIDIKAN DAN DINAMIKA MORAL BANGSA

April 22nd, 2010 by Tavip Doyo Sartono

Pertumbuhan perekonomian bangsa Indonesia sebenarnya bagus dan sangat respektif dengan dinamika sosial budaya bangsa, serta ditunjang percepatan pembangunan baik sektor informal maupun sektor formal. Namun demikian kita sayangkan keadaan yang demikian dihambat dengan perilaku pejabat yang kebetulan dapat dikatakan menempati tempat yang basah, dengan sangat rendahnya moral pancasila, sebagai pondasi pembangunan bangsa Indoneisa.

Peristiwa bank cenurty, korupsi yang terjadi di kalangan pejabat Pajak Indoneisa, cukup mencengangkan seluruh bangsa Indonesia, betapa sakit hatinya rakyat Indoneisa yang di khianati oleh mereka yang kebetulan dipercaya oleh rakyat, perampokan, perampasan harta rakyat terjadi di mana-mana, mulai dari kasus Korupsi beberapa bupati di Indoneisa, beberapa Gubenur, pegawai-pegawai Pajak di Surabaya, di Jakarta, serta saya nyakin masih banyak lagi pengkhianat-pengkhianat bangsa yang mengutamakan kepetingan pribadi atau golongan, masih ada juga pengkhianat rakyata di beberapa oknum anggota DPR, ada yang sudah diseret di pengadilan ada yang dalam proses, bahkan ada yang belum ketahuan.

Kepemimpinan SBY sebanarnya sudah menunjukan arah yang positif dengan selalu memperhatikan kepentingan rakyat Indoneisa, salah satu contoh di Pulau Bali SBY merencanakan adanya Kredit Usaha Rakyat, dulu adanya Bantuan Langsung Tunai, untuk rakyat miskin dan banyak sekali program-program mulia pemerintah demi kemakmuran rakyatnya. sayang sekali lagi oknum-oknum pejabat yang kurang mulia, menghancurkan program SBY yang sangat mulai tersebut.

Dengan demikian untuk menghambat perilaku menuju korupsi perlu adanya meninjau kembali sistem pendidikan di Indoneisa, dimana pada umumnya pendidikan di Indonesia hanya menekankan kearah kognitifnya saja, dengan memperkosa otak sebelah kiri, sehingga kurang berfungsinya otak sebeleah kakn. Jadilah manusia-manusia robot Indoneisa.

Bahkan kalau kita melihat robot, berjalan tanpa mempunyai persaan, yang ada hanya perintah dan hasil semata tanpa memperdulikan orang lain. Bangsa Indonesia kehilangan jati diri, kenapa karena pendidikan dikikis terus seolah-olah tidak penting untuk menyongsong kemajuan bangsa Indonesia dimasa yang akan datang. Ketika Pendidikan Moral Pancasila di galakan dari tingkat Taman Kanak-kanak hingga Ke Perguruan Tinggi, hasil berikutnya lumayan, mereka masih tahu unggah-ungguh dalam tatanan kehidupan bermasyarakatnya. Ketika Pendidikan Moral Pancasila dihapus, diganti materi yang bersifat meterialistis semata, yaitu diganti dengan Pendidikan Kewarganegaraan, maka setiap manusia hanya dapat mengambil kepentingan pribadinya, kepentingan keluarga, golongan tanpa memperhatikan kepentingan bangsa dan negara.

Sebagus apapun seorang Presiden memimpin, akan hancur, jika disekitarnya orang-orang yang diperkerjakan kurang bermoral pancasila. Kini Indoneisa sudah mulai mersakan dengan tingkah pola oknum-oknum pejabat kini membuat resah rakyat Indonesia. Untuk itu dalam pendidikan di Indonesia perlu memperhatikan moralitas generasi yang jadi objek pendidikan, sehingga kelak menjadi pelaku-pelaku ekonomi atau pejabat tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang merugikan bangsa dan Negara.

Preventif lebih baik dariapda kuratif, mempersiapkan generasi di masa yang akan datang dengan moralitas yang tinggi lebih bagus, ini kelak yang akan memberantas korupsi secara alami. dan jiwa-jiwa nasionalis yang merakyatlah yang dapat menghacurkan pejabat yang bejat moralitasnya.

Pendidikan sebagai wujud meletakan pondasi negara Indonesia perlu anggaran yang lebih cukup, kalau bangsa kita kelak tidak hancur, akibat oknum-oknum yang bejat moralitasnya dan tidak bertanggung jawab.

Lebih Baik Preventif Sedini Mungkin Upaya Penanganan Korupsi

April 20th, 2010 by Tavip Doyo Sartono

Program Pemerintah dalam upaya perang terhadap para koruptor bukan cerita lagi atau bukan opini lagi, terbukti salah satu gayus yang meuncul sebagai aktor terbaik sebagai suri teladan yang dilakuonkan di TV, ini akan tertangkapnya gayus-gayus lain yang bertopengkan pejabat, entah pegawai pemerintah maupun swasta. Rakyat kecil sempat penulis tangkap terutama orang-orang disekitar abang becak atau kalangan kecil, mengatakan Susno Duaji adalah Pahlawan dalam perang melawan Koruptor ! benarkah rakyat kecil merasakan  dari hasil sepak terjang dari susno duaji, meskipun nantinya mungkin juga akan merasakan  hawa jeruji penjara akibat kesalahan  kode etik ? ini kata abang-abang becak di pinggir jalan.

Ternyata kasus tersebut benar-benar menyentuh di kalangan paling bawah ! mereka tidak terima dengan oknum-oknum yang mengkorup uang hasil penarikan Pajak ! mereka dipercaya malah berkhianat, dengan mengambil keutungan pribadi sebesar-besarnya. Memang Hukuman mati sebaiknya diberikan pada koruptor-koruptor kelas kakap, supaya jera, dan bagi generasi berikutnya akan takut dengan pemandangan tiang gantungan yang disiapkan untuk para koruptor di bumi pertiwi.

Mati satu tumbuh seribu papatah ini yang dikhawatirkan terjadi di negeri kita ini, dengan tertangkapnya koruptor-koruptor yang beberapa gelintir jelas akan memunculkan koruptor – koruptor di daerah-daerah yang nantinya akan semakin parah, dengan membabi buta mengeruk kekayaan rakyat, yang dipercayakan kepada pemerintah untuk mengelolahnya.

Koruptor kelas teri didaerah-daerah belum sempat tersentu mengingat KPK hanya memberantas koruptor-koruptor kelas kakap yang beromzet trilyunan. Namun kalau koruptor kelas teri di daerah-daerah di hitung omzet -nya dari hasil pengambilan uang negara akan lebih besar lagi, mengapa ? karena justru pelakunya yang banyak, bukan omzet nya yang beasar. Dalam kalimat orang bijak…. ikan teri akan menggulingkan kapal induk yang maha besar karena jumlahnyab trilyunan, sehingga kapal tidak mampu untuk mengatasi jumlah ikan teri tersebut, dan sebaliknya nelayan mampu menangkap ikan paus yang maha besar kenapa ? karena ikanya cuman satu, tapi nelayan-nya jutaan manusia.

Dengan demikian sebaiknya perlu adanya tidakan instan, pendidikan anti korupsi, melalui pendidikan mulai Taman kanak-kanak hingga di tingkat Perguruan tinggi. Tentu saja banyak pakar-pakar pendidikan yang lebih tahu bagaimana bentuk-bentuk yang cocok untuk pengenalan anti korupsi untuk tingkat TK misalkan melalaui menyanyi, tingkat SD dengan berfikir kritis logis serta contoh-contoh atau gambar-gambar yang berkaitan dengan bagaimana cara menghindari kegiatan  korupsi.

Ironis  sekali kalau program Pemerintah dalam memberantas Korupsi belumj begitu difikirkan solusi preventifnya. Malah yang diberantas oleh Menteri pendidikan Bambang Sudibyo, malah mata pelajaran akuntansi, justru kalau bisa mata pelajaran akuntansi di berikan kepada siswa sejak Sekolah Dasar, sehingga kelak mereka tahu bagaimana cara menghindar dari kegiatan korupsi atau dapat perang melawan koruptor.

Tentu saja tidak hanya mata pelajaran Akuntansi saja yang diberikan kepada siswa sejak dini, tetapi juga nilai moral atau pesan moral yang penting. Kalau bisa pemerintah mengadakan Lomba Cipta Lagu yang bertemakan Perang melawan Koruptor, biar dengan melalui menyanyi anti korupsi  mampu dan dapat melekat di hati bangsa Indonesia.